Ternak Burung Lovebird

Burung lovebird atau burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang berarti "burung"). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies "burung cinta kepala abu-abu" berasal dari Madagaskar.

Nama mereka berasal dari ikatan pasangan monogami dan kebiasana burung ini selalu duduk bersama, Seperti dua sejoli meski hidup dalam kawanan kecil dan memakan buah, sayuran, dan biji rumput. Berikut ini beberapa jenis lovebird yang sering kita jumpai:

 Black Masked Lovebird

Black Masked Lovebird (Agapornis personata) Panjang Sekitar 14 cm. kebanyakan berwarna hijau,yang berasal dari tanzania, burundi serta kenya

 Fischers lovebird

Fischers lovebird ( agapornis fischeri ) panjang 14 cm. mempunyai warna hijau, kepala serta sisi tubuh atas oranye, sisi pantat biru, paruh merah, mata berkacamata putih Bagian selatan Danau Victoria di Tanzania utara

 Lilians lovebird

Lilians lovebird nyasa lovebird ( agapornis lilianae ) 3 cm. mempunyai warna hijau, juga punggung serta pantat, kepala oranye, paruh merah, mata berkacamata putih.

Black cheeked lovebird ( agapornis nigrigenis ) 14 cm. membunyai warna hijau, leher dan bagian belakang kepala coklat, bagian depan kepala coklat kemerahan, bagian dada atas oranye,paruh merah, mata berkacamata putih

Peach faced Lovebird (Agapornis roseicollis) 15 cm. membunyai warna hijau, muka merah muda, bagian punggung bawah dan pantat berwarna biru, paruh berwarna gading


Peach faced Lovebird

Black winged lovebird abyssinian lovebird ( agapornis taranta ) 16.5 cm. Sebagian besar hijau, paruh merah, beberapa helai sayap hitam. Burung jantan mempunyai warna merah di bagian kepala depan dan atas. Burung betina seluruhnya hijau.


Red faced lovebird

Red faced lovebird ( agapornis pullarius ) 15 cm. Sebagian besar hijau dengan merah di leher bagian atas dan kepala. Burung jantan mempunyai warna merah lebih banyak dan lebih gelap pada muka dan kepala. Juga burung jantan mempunyai paruh yang lebih gelap dari burung betina

Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidup rata-rata mereka adalah 10 sampai 15 tahun. Burung cinta secara umum mempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram, berekor pendek dan berparuh besar.

Sebelum kita membahas lebih rinci mengenai cara ternak lovebird, berikut ini adalah daftar harga lovebird berdasarkan jenisnya terbaru:

  • Harga Lovebird Lutino mata merah Rp: 820.000

  • Harga Lovebird Olive masih anakan Rp: 200.000

  • Harga Lovebird Albino Mata Hitam masih anakan Rp: 400.000

  • Harga Lovebird Albino Mata hitam Dewasa Rp: 550.000

  • Harga Lovebird Albino mata merah masih anakan Rp: 500.000

  • Harga Lovebird Pastel Putih masih anakan Rp: 320.000

  • Harga Lovebird Pastel Hitam masih anakan Rp: 320.000

  • Harga Lovebird Pastel Kuning masih anakan Rp: 320.000

  • Harga Lovebird kepala Mas Masih anakan Rp: 250.000

  • Harga Lovebird Lutino Mata hitam Rp: 400.000

  • Harga Lovebird Lutino mata Mrah Rp: 550.000

  • Harga Lovebird Albino mata merah dewasa Rp: 700.000

  • Harga Lovebird Hijua kepala Biu anakan muda : 200.000

  • Harga Lovebird Hijau kepala Biru dewasa Rp: 250.000

  • Harga Lovebird Hijau kepala Marah Masih Anakan Rp: 150.000

  • Harga Lovebird Hijau kepala Merah Dewasa Rp : 250.000

Lovebird termasuk salah satu jenis burung yang banyak diternakkan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dalam proses beternak lovebird, para peternak wajib memiliki kesabaran dan ketelitian yang ekstra.

Sudah banyak peternak lovebird yang membuktikan keberhasilannya. Tetapi tidak sedikit pula yang gagal. Namun, pengalaman tetap menjadi guru yang terbaik, jadi jika kamu menemukan kegagalan, jangan sampai berhenti dan putus asa.

Peternak lovebird saat ini memang sudah banyak, tetapi penggemar lovebird juga semakin banyak. Dari segi bisnis, beternak lovebird bisa jadi sangat menguntungkan. Target dari peternak adalah mendapatkan hasil yang memuaskan yaitu memiliki tinggi 13 hingga 17 cm serta berat lebih kurang 40 hingga 60 gram, berekor pendek serta berparuh besar sesuai dengan harapan para peternak. Jika anda ingin mencoba beternak lovebird maka simaklah ulasan yang lengkap berikut ini.

Pemilihan Indukan Burung Lovebird

Membedakan jantan dengan betina yang paling efektif dengan pengujian laboratorium,tapi tidak usah khawatir karena love bird jantan selalu berdiri tegak dan ekor ujungnya membentuk agak lancip,bila diraba agak kaku dibanding betina. Pilih jantan yang sering mengeluarkan bunyi,dan selalu menarik perhatian.


Indukan Burung Lovebird

Ciri-ciri betina badannya lebih bulat dan berdiri seperti menahan berat badan(tidak setegak pejantan) dan tidak terlalu banyak bertingkah.ekor ujungnnya seperti mengotak atau melebar. Telitilah secara akurat dalam proses memilih indukan. Berikut adalah ciri antara lovebird jantan dan lovebird betina.

Ciri-Ciri Lovebird Betina Dewasa:

  • Sering terlihat ngapal, artinya kedua sayap direntangkan sedang pada bagian ekor diangkat ke atas itu pertanda siap kawin dan ingin segera kawin. Jika anda melihat tingkah laku lovebird begitu segera jodohkan atau kawinkan.

  • Memiliki ukuran supit urang yang lebih lebar dan lentur dibanding pejantan.

Ciri Lovebird Jantan Dewasa

  • Memiliki ukuran supit urang yang lebih kaku dan sempit dibanding betina.

  • Terkadang terlihat menggesek-gesekan pantatnya ke tangkringan, nah apabila anda melihat kalakuan burung jantan demikian segera diternak, sebab bila kelamaan dapat membuatnya sulit kawin dengan betina.

Sudah banyak penangkar lovebird pemula yang “tertipu”. Faktanya, lovebird memang sulit untuk dibedakan jenis kelaminnya. Hal ini disebabkan lovebird termasuk burung yang sangat mirip antara jantan dan betinanya. Secara umum para peternak menentukan kelamin pasangan burung cinta Lovebird dengan cara berikut:

1. Cara Mudah

  • Tempatkan 2 Burung Lovebird Kedalam Sangkar.

  • Jika ada Aktivitas Kawin Biarkan Saja

  • Lihat Selama 2 Minggu Apakah ada Telur Atau Tidak

  • Kalau Ada Lebih dari 6 Butir Telur Maka Ada Indikasi Itu Jenis Betina

  • Kalau Tidak Ada Telur, Selamat Anda Memiliki Burung Jantan

2. Cara Kedua (tulang Belakang)

  • Nah Cara Lanjutanya adalah Dengan Meraba Belakangnya.

  • Jika Tulang Supitnya Sempit dan Agak Keras maka itu Jantan

  • Jika Tulang Supirnya Lentur dan Agak Renggang Maka itu Betina

3. Cara ke tiga ( Tes Darah )

Cara Ini merupakan cara paling efektif namun akan membutuhkan biaya tambahan untuk tes uji coba darah lovebird

Pemilihan indukan merupakan langkah penting yang harus ditempuh seseorang ketika ingin memulai usaha budidaya lovebird sebagai bibit. Kondisi keduanya harus sehat dan fit terlebih Lovebird jantan juga sudah harus berkicau. Serta tidak ditemukan cacat secara fisik.

Sebagai tambahan berikut beberapa tips yang akan membantu Anda dalam menentukan bibit unggul lovebird untuk calon peternakan yang akan Anda bangun:

  • Pilih spesies lovebird dengan paruh yang panjang, besar, tebal, dan berpangkal lebar; serta tampak kuat,

  • Pilih burung dengan kepala besar; karena hal ini menunjukkan mental yang baik,

  • Perhatikan postur burung; yang paling ideal adalah lovebird dengan postur sedang, dipadukan dengan ukuran badan, kaki, ekor, dan panjang leher yang serasi. Dada

  • Lebar juga menjadi indikasi bibit lovebird yang baik,

  • Pilihlah lovebird yang sehat, dengan tanda-tanda: lincah, mata cerah dan bersih, kaki besar dan kering, serta memiliki nafsu makan yang baik,

  • Untuk burung dengan kekuatan suara yang oke, pilihlah yang berleher panjang lagi padat dan berisi.

Usia induk lovebird untuk bibit yang ideal adalah yang masih muda, sekitar 7 bulan hingga 2,5 tahun. Pada usia ini, burung cenderung produktif, apalagi jika didukung dengan makanan tambahan dan perawatan yang baik. Sedangkan burung usianya melebihi 3 tahun umumnya kurang produktif, sehingga tidak bagus untuk prospek usaha ternak lovebird.

Perhatikan umur lovebird ini cukup penting lovebird yang terlalu muda ( 7-9 bulan ) akan sering menemukan kesulitan dalam proses penetasan sehingga banyak kegagalan dalam proses ini karena pada umur tersebut lovebird belum terlalu matang untuk berproduksi. Idealnya tunggu sampai mereka berumur setahun.

Kandang Penangkaran Dan Sarang Burung Lovebird

Umumnya dibedakan menjadi 2 macam. Pertama adalah model single. Kandang ini berukuran 90×60 cm dan hanya diisi sepasang lovebird saja. Kandang ini sangat cocok bagi para pemula.
Kedua adalah kandang koloni. Kandang ini berukuran besar dan panjang. Dapat diisi sekitar 5 pasang lovebird. Kandang besar ini biasa digunakan oleh peternak yang sudah besar/berpengalaman.

Sedangkan untuk glodok/ sarangnya, kamu bisa menggunakan glodok yang berukuran 20cm x 20cm x 25cm. Posisi sarang harus terhindar dari sinar matahari dan hujan. Jangan lupa untuk menyediakan rumput kering, serutan kayu, atau dahan-dahan kering untuk bahan sarangnya.

 Kandang Koloni Burung Lovebrid

Untuk berternak secara koloni perlu membuat sangkar sendiri yang lebih besar dengan perlengkapan yang akan dipakai untuk membuat kandang lovebird ini ada sebagai berikut:

  • Siapkan kawat ram ukuran PxLxT 50x50x50 cm

  • Siapkan Kotak Kayu bertelur ukuran PxLxT 25x20x25 cm

  • Siapkan juga tempat tenggeran burung.

Sangat penting untuk selalu memantau kebersihan sarang. Supaya induk dalam masa bertelur ataupun mengasuh anaknya merasa tenang dan nyaman. Anak Lovebird yang baru menetas juga akan terjaga kesehatannya.

Saat anak Lovebird sudah mulai tumbuh bulu jarum, bisa memindahkan ke tempat lain bersama induknya, lalu bersihkan kandang dari kotoran yang sudah menumpuk. Cuci kotak sarang dengan menggunakan cairan desinfektan atau sabun lalu jemur, atau hanya mengelapnya saja juga bisa. Jika perlu, semprotkan obat anti kutu pada kotak sarang.

Kelembaban sarang juga tak kalah penting. Lovebird yang sedang bertelur atau mengerami telurnya sangat tidak tahan terhadap cuaca panas. Jadi pastikan sarang Lovebird berada pada ruangan yang lembab. Jika suhu ruangan panas, bisa berdampak pada telur-telur yang gagal menetas. Indukan pun juga akan gagal dalam mengeluarkan telur. Usahakan sangkar burung berada di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang lancar.

Pemberian Makan Burung Lovebird

Setelah menyiapkan kandang, langkah selanjutnya dari teknik beternak lovebird adalah pemberian makannya. Selalu ingat bahwa pakan ternak yang berkualitas tinggi akan berdampak positif pada perkembangan lovebird; dan sebaliknya. Umumnya, pakan yang diberikan adalah yang dapat memancing dan meningkatkan birahi si burung, sehingga mempercepat proses perkawinannya. Contoh-contoh pakan yang disarankan adalah kwaci, jagung muda, sawi, dan taoge. Sedangkan untuk bayi lovebird yang baru menetas, makanan yang paling tepat adalah bubur bayi dicampur dengan air.

 Makanan Burung Lovebird

Makanan atau pakan untuk indukan juga penting karena induk lovebird akan melolohkan makanan yang dikomsumsinya untuk anak-anaknya ini biasanya dilakukan oleh sang jantan, jadi jaga nutrisi pada pakan lovebird (baca: jenis makanan terbaik untuk lovebird ). Saya merekomendasikan kangkung dan milet tetapi jika ingin mencoba varian lain anda biasa memberikanya juga seperti jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, sawi, toge, jangan lupa berikan Benelux Primus lovebird yang penting untuk si induk dan anakanya karena mengandung jenis nutrisi sempurna yang di perlukan dalam menernakan lovebird.

Pakan untuk anak lovebird bisa menggunakan bubur bayi instant yang banyak dijual di toko sekitar anda. Bubur bayi dicampur dengan air hangat, jangan terlalu panas dan jangan dingin anda dapat menyuapi dengan jarum suntik atau dengan sendok kecil tergantung kenyaman si lovebird dan anda sendiri menyuapinya.

Nah ini dilakukan dengan mengambil mereka dari induk mereka ketika berumur 11-15 hari tetapi kalo saya sendiri biasanya saya akan memasukan kembali anakan lovebird ketika sore ke sangkar gelodok. Pemberian pakan dilakukan minimal tiap 4jam sekali, secara teratur jamnya sesuikan dengan kesibukan anda asal tertarur jadwal bisa diubah2. Setelah anak lovebird sekitar usia empat minggu, anda bisa memberi mereka makanan di tempat makan untuk melatih makan pada anak lovebird. Makanan yang diberikan dapat berupa potongan-potongan kecil buah-buahan atau sayuran, telur rebus, pelet yang dicampur air hangat.

Proses Pengawinan Burung Lovebird

Setelah proses persiapan kandang selesai dilakukan, selanjutnya Anda tinggal meletakkan indukan yang telah disiapkan sebelumnya ke dalam kandang tersebut. Perlu diketahui, proses pengawinan Lovebird biasanya menganut sistem poligami dimana satu indukan jantan akan dikawinkan dengan tiga atau empat indukan betina. Jadi, di setiap sarang, Anda dapat meletakkan empat hingga lima indukan sekaligus.

Proses perkawinan Lovebird normalnya akan berlangsung secara alami selama 3 hingga 10 hari. Dalam jangka waktu 3 hingga 10 hari ini, biasanya indukan betina sudah mulai bertelur dan akan segera mengerami telurnya selama kurang lebih 22 hingga 23 hari. Perlu kami ingatkan, saat proses pengeraman berlangsung, indukan sebaiknya benar – benar dibebaskan dari berbagai macam gangguan. Jika tidak, indukan betina biasanya akan menghiraukan telurnya dan pada akhirnya proses pengeraman pun menjadi gagal terlaksana.

 Proses Pengawinan Burung Lovebird

Kalau mereka selalu berdekatan maka kemungkinan besar sudah berjodoh. Proses ini biasanya memakan waktu 3 – 7 hari. Proses penjodohan ini bisa sangat cepat bila dilakukan saat masing – masing lovebird tersebut sudah memasuki masa berahi.

Masa berahi ini ditandai dengan perilaku – perilaku tertentu, seperti sering berkicau serta melakukan aktivitas – aktivitas birahi, yaitu jantan berusaha mengawini benda – benda didekatnya, sedangkan merunduk sembari membuka sayap dengan ekor bergerak naik turun.

Jika jantan dan betina tersebut sudah berjodoh, kumpulkan keduanya dalam sebuah sangkar penangkaran. Ada hal yang harus diingat : jika setelah dikumpulkan dalam satu kandang ternyata tidak mau kawin atau selalu kejar – kejaran maka dipastikan penjodohan ini telah gagal. Cobalah untuk mengulangi lagi proses ini dengan menukar salah satunya dengan lovebird yang lain. Ada juga kejadian unik, yaitu pasangan tersebut cerai. Hal ini biasanya terjadi karena kondisi kandang yang kurang nyaman, stres, maupun perebutan makanan.

Alternatif lain untuk penjodohan adalah dengan mengumpulkan banyak lovebird sekaligus disebuah kandang yang besar. Paling tidak harus ada lima pasang lovebird dalam kandang tersebut. Satu hal yang harus diingat pula bahwa lovebird tidak mengenal poligami atau poliandri seperti layaknya bangsa burung yang lain. Oleh karena itu, jumlah lovebird yang terdapat dalam kandang besar tersebut antara najntan dan betinna harus sama. Kalau ada sepasang lovebird yang sudah berjodoh, mereka biasanya langsung masuk ke glodok untuk kawin dan bertelur. Anda tinggal memindahkan sepasang lovebird tersebut ke kandang penangkaran.

Pengeraman Telur Burung Lovebird

Setelah proses kawin berhasil, langkah selanjutnya adalah penanganan telur. Kandang yang sudah kita sediakan glodog sebagai kotak sarang tadi sebaiknya kita sediakan ranting-ranting kecil untuk indukan membuat sarang seperti yang sudah dijelaskan pada persiapan kandang di atas, karena meskipun tempat bertelur sudah kita sediakan secara insting tetap saja burung ini akan membuat sarangnya sendiri untuk bertelur.

Usahakan untuk tidak menebarkan ranting atau dauan yang masih basah atau segar. Gunakan yang sudah kering saja. Bahan – bahan yang masih segar dapat membusuk di dalam glodok. Hal ini bisa menimbulkan masalah sendiri. Selain itu, jangan gunakan sebagai bahan yang bersifat sintesis seperti serat plastik maupun karet. Bahan – bahan sintesis bisa menjadi racun apabila termakan oleh lovebird. Ummnya lovebird bertelur 4 – 6 butir.

 Pengeraman Burung Lovebird

Jangan khawatir jika lovebird tidak langsung mengeram. Biasanya burung ini baru akan mengerami telurnya setelah telur ketiga keluar. Pada saat pengeraman, induk lovebird akan sesekali keluar dari glodok untuk makan, mandi, atau cuma sekadar merentangkan sayap.

Penetesan Telur Burung Lovebird

Setelah di eramkan selama kurang lebih 21 – 23 hari, biasanya lovebird akan menetas, dalam kurun waktu hingga 24 jam dari telur retak sampai lovebird sempurna menetas. Ini alamiah sehingga anda tidak perlu khawatir. Anda jangan ikut campur dalam masalah ini karena jika anda pecahkan cangkangnya justru hal ini dapat mengakibatkan anak lovebird menjadi tumbuh tidak normal maupun cacat. Mungkin pada saat masa pertama keluar tidak semua telur tersebut bisa menetas atau mandul. Hal ini alami dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal ini. Biasanya lovebird baru benar – benar produktif setelah masa bertelur yang kedua dan seterusnya.

 Penetesan Telur Burung Lovebird

Ada beberapa penyebab lovebird mandul atau gagal menetas, bisa disebabkan oleh induk yang terlalu muda, lingkungan yang tidak sehat dan nutrisi yang tidak cukup atau gizi buruk. Misal burung lovebirdanda mengalami kemandulan atau kegagalan menetas terus menerus, maka perlu mendapatkan penanganan khusus, coba buka cangkang telur yang tidak menetas tersebut dan lihatlah bagaimana perkembangan embrio lovebird. Jika embrio itu ternyata ada tetapi hanya setengah jadi, kemungkinan besar ada yang salah dengan proses pengeraman telurnya. Bisa saja telur tersebut tergelincir keluar sarang sehingga tidak tererami oleh induknya.

Pemeliharaan Anakan Burung Lovebird

Proses pemeliharaan anakan Lovebird memiliki mekanisme yang agak sedikit berbeda dengan proses pemeliharaan Lovebird dewasa. Jika burung Lovebird dewasa sudah bisa mengambil makanannya sendiri dari tempat makanan, burung Lovebird anakan harus disuapi / dilolo terlebih dahulu selama beberapa hari. Selain itu, makanan untuk anakan Lovebird juga harus dibedakan dengan makanan Lovebird dewasa.

Biasanya, untuk aktivitas pelolohan makanan, Anda dapat memanfaatkan suntikan tanpa jarum atau pun dengan menggunakan lidi. Sedangkan untuk makanannya, Anda dapat menggunakan makanan khusus untuk anakan Lovebird, atau pun menggunakan bubur SUN untuk bayi yang sudah dihaluskan.

 Pemeliharaan Anakan Burung Lovebird

Cara ternak lovebird pada tahap pasca menetas memang salah satu tahap yang paling menegangkan. Untuk itu biarkan indukan merawat anaknya hingga anaknya dengan sendirinya keluar dari sarang.sebelum itu dari awal anakan menetas pakan tambahan pelet dan bubur bayi kering harus ada untuk proses lolohan.

Nah akhirnya saat yang ditunggu untuk memanendan hal ini adalah hal yang sangat menyenangkan untuk peternak.
Sekedar info 1 indukan bisa menghasilkan 2-4 ekor anak burung lovebird. Untuk sementara burung love bird yang kita sapih masih harus ada makanan yang lembut karena usus mereka belum mampu untuk memakan biji-bijian keras secara langsung. Sebagai contoh kita bisa berikan jagung muda yang dipasrah dan dicampur pelet. 2 minggu setelahnya baru pengenalan milet dan makanan tambahan lainnya.

Kendala Beternak Burung Lovebird

Meskipun pemeliharaan lovebird tidak terlalu sulit untuk dilakukan, terdapat sejumlah kendala yang biasa ditemui alon peternak burung dengan bulu yang cantik ini. Yang paling pertama ditemui adalah kesulitan dalam membedakan burung jantan dan betina.

Tips yang bisa dicoba untuk mengatasi hal ini adalah dengan meraba bagian cupit di bawah anusnya. Jika keras, rapat, dan lancip; kemungkinannya jantan. Jika lembek, lebar, dan tumpul; maka betina. Paruh juga bisa membedakan: cenderung melebar itu betina, sedangkan lovebird jantan berparuh meruncing.

Kendala lain yang banyak ditemui selama masa perawatan hingga perkawinan dan penetasan telur adalah sebagai berikut:

  • Serangan hewan lain yang sering mengakibatkan kematian. Hewan yang paling sering mengganggu lovebird adalah tikus;

  • Sulitnya mengawinkan sepasang lovebird; untuk mengatasinya, peternak harus mengetahui dengan baik masa-masa birahi burung serta memberi pakan yang meningkatkan birahi,

  • Telur yang tidak menetas; yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada induk, infeksi bakteri, atau induk yang mandul,

  • Kelainan pada kaki pada anak burung yang baru menetas; salah satu upaya pencegahannya adalah menempatkan induk yang sedang mengerami telurnya di tempat yang tidak licin.

Ternak Burung Lovebird dangan Poligami

Berikut ini adalah tips ternak lovebird yang jarang orang ketahui karena lovebird terkenal sebagai burung monogami, dengan cara poligami, maka lovebird bisa lebih optimal dalam bertelurnya, dimana satu indukan jantan bisa mengawini 4-5 indukan betina. Berdasarkan sifat alamiahnya, burung lovebird memiliki karakter monogami, maka dari itu kita memerlukan siasat jitu agar si burung dapat berpoligami.
Berikut ini tips sukses ternak lovebird dengan poligami 3 betina:

  • Langkah awal kita sediakan kandang yang berbeda, setiap pagi, mulai pukul 06.00 hingga 07.00, induk jantan dimasukkan ke kandang betina dan itu dilakukan secara bergiliran.

  • Misalnya, pertama kali dimasukkan ke kandang betina-1 mulai pukul 06.00. Namun satu jam kemudian, induk jantan diangkat dan dimasukkan lagi ke kandangnya sendiri.

  • Keesokan harinya, induk jantan kembali dimasukkan ke kandang betina-1, dalam waktu yang sama pula (06.00 – 07.00). Setelah itu dikembalikan lagi ke kandangnya. Begitu seterusnya, sehingga induk jantan selama 4 hari berturut-turut berada di kandang betina-1, meski hanya selama 1 jam.

  • Hari kelima, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-2 dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 07.00. Setelah itu dikembalikan ke kandangnya sendiri. Hal ini berlaku selama 4 hari berturut-turut.

  • Selanjutnya, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-3, dalam rentang waktu yang sama dan selama 4 hari berturut-turut pula.

  • Jadi selama 12 hari nonstop, induk jantan akan selalu mendampingi induk betina, meski satu jam saja. Ketika campur dengan induk betina, induk jantan mampu mengawini pasangannya secara sempurna.

  • Beberapa hari atau minggu setelah kawin, masing-masing induk betina akan bertelur. Kalau telur menetas (meski hanya pada 1-2 induk betina saja), berarti perkawinan poligami sukses. Kalau tak ada satu telur pun yang menetas, ada dua kemungkinan yang terjadi: induk jantan tak pernah mengawini betinanya, atau induk jantan memang infertil.



Referensi : Dari berbagai sumber